Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts

Saturday, October 18, 2014

Apa itu fitur Heterogeneous Queuing dan Kegunaannya?

Sebelumnya kita sudah membahas panjang lebar terkait teknologi HSA (Heterogeneous System Architecture) dan hUMA (Heterogeneous Uniform Memory Access) yang menjadi senjata baru AMD dalam menghadirkan teknologi komputerisasi yang modern dan canggih. Selain memperkenalkan HSA, AMD masih memiliki satu lagi teknologi baru mereka yang bernama Heterogeneous Queuing atau disingkat dengan hQ.
hQ atau heterogeneous Queuing merupakan sistem atau metode antrian perintah yang hanya bisa ditemukan di APU AMD yang mendukung teknologi HSA. Tak heran jika teknologi ini disebut sebagai teknologi yang spesial, sebagaimana keistimewaan dan keunikan yang dimiliki oleh HSA itu sendiri.
Agar terkesan lebih sederhana, mari kita jabarkan bagaimana cara kerja heterogeneous Queuing bagi perangkat AMD. Tugas utama hQ adalah membuat CPU dan GPU memiliki tugas dan fungsi yang setara, di mana CPU dapat memberikan perintah tugas kepada GPU, begitu juga sebaliknya. Alhasil, metode ini memungkinkan CPU dan GPU bekerja lebih cepat karena setiap alur perintah dilakukan dengan arah yang dinamis.


 Sedangkan komponen APU yang tidak memiliki teknologi hQ cenderung menerapkan alur perintah sebagai berikut:



Aplikasi mengirimkan perintah ke CPU, pada suatu kondisi tertentu misalnya membutuhkan proses GPU maka CPU akan mengirimkan perintah tersebut ke GPU dengan melewati sistem operasi tertentunya. Kelemahan tanpa teknologi hQ terletak di titik ini, di mana GPU tidak bisa mengirimkan perintah ke CPU sehingga aplikasi harus meneruskan perintah dengan membuat perintah baru.
Namun dengan teknologi heterogeneous Queuing, proses perintah semakin dinamis dan elegan, alurnya seperti ini:






Aplikasi dapat mengirimkan perintah apakah itu ke CPU atau ke GPU sesuai dengan kebutuhan. Apabila perintah tersebut diproses terlebih dahulu oleh CPU maka kemudian CPU bisa mengirimkan perintah langsung ke GPU jika dibutuhkan. Jika dalam proses pengolahan perintah yang sudah berlangsung di GPU membutuhkan CPU maka perintah dapat langsung dikirimkan kembali ke CPU tanpa harus membuat perintah baru.



Alhasil, proses pengerjaan perintah jauh lebih efektif dan efisien. Itu sebabnya mengapa teknologi heterogeneous Queuing disebut-sebut sebagai fitur istimewa yang dibawa oleh HSA.
Saat ini, teknologi HSA hanya didukung penuh oleh APU platform Kaveri, pada pengembangannya Anda tentunya masih akan menemukan beberapa opsi APU yang segera diluncurkan oleh AMD. Sudah siap dengan sentakan teknologi AMD berikutnya? Harus siap!


Mengenal Lebih Dekat Fitur Dan Performa Arsitektur GCN AMD Radeon Series.

mungkin kita semua terutama para penikmat vga buatan ATI/AMD sudah sering mendengar tentang GCN (Graphics Core Next), yaitu arsitektur terbaru dari AMD, tetapi masih belum mengerti dan mengetahui apa yang membuat arsitektur GCN menjadi arsitektur terbaik saat ini dan apa saja kelebihan-kelebihan dari arsitektur GCN. Mari kita ulik dan kenali lebih dekat arsitektur GCN.

 Baca Selengkapnya

GCN adalah arsitektur pertama yang menggunakan teknologi pemrosesan 28nm. Yang dimaksud dengan 28nm (nano meter) adalah ukuran dari transistor yang ada didalam GPU. Teknologi inilah yang membuat AMD bisa menempatkan 4.3 miliar transistor pada bidang yang sebelumnya hanya mampu menampung 2.6 miliar transistor.Tentunya keunggulan dari GCN tidak hanya pada tingkat kerapatan transistor saja, AMD juga mempersenjatai GCN dengan teknologi-teknologi lainnya yang membuat GCN menjadi arsitektur terbaik saat ini.

Performa
Dari pengenalan singkat ini saja bisa kita tarik kesimpulan bahwa GCN memiliki peningkatan performa lebih dari 50% dibanding pendahulunya.Secara teori peningkatan transistor memiliki dampak yang besar terhadap performa GPU, GCN memastikan bahwa setiap komponen yang ada pada suatu GPU bisa beroperasi semaksimal mungkin.







Selain transistor, clockspeed juga memegang peranan penting pada performa. GPU didesain untuk hanya menggunakan sejumlah daya tertentu saja pada power supply hal ini membuat optimisasi penggunaan daya pada arsitektur GPU menjadi sangat penting dan GCN mampu mengoptimalkan setiap watt yang ada pada GPU dengan menggunakan teknologiAMD Power Tune. AMD Power Tune adalah teknologi pintar yang dapat menganalisa penggunaan GPU secara real-time dimana bila suatu applikasi tidak mendapat performa yang cukup GPU akan meningkatkan clockspeed hingga 30% untuk mendapatkan performa yang lebih baik.

Kualitas Gambar
Beberapa pembaca mungkin bingung membedakan antara performa dan kualitas, yang dimaksud dengan performa adalah kecepatan GPU untuk memproses suatu gambar erat dengan istilah frame per second (FPS) sedangkan kualitas adalah tingkat ketajaman, kejelasan, skurasi tekstur , dan efek yang dihasilkan oleh GPU.  GCN tidak hanya unggul pada performa tetapi juga pada kualitas gambar yang dihasilkan. Hal ini dapat dicapai oleh GCN dengan bantuan 3 teknologi dari AMD :
  • Partially Resident Textures (PRT) : Biasanya performa dan kualitas adalah 2 hal yang berbanding terbalik, bila kualitas mumpuni performa akan lambat dan sebaliknya. PRT adalah teknologi yang diciptakan oleh AMD untuk merubah paradigma tersebut. PRT adalah teknologi pintar yang mampu menganalisa gambar apa yang akan ditampilkan dan mengambil hanya bagian yang dibutuhkan dari gambar tersebut, misalkan aplikasi ingin menampilkan atap rumah makan PRT akan mendeteksi dan hanya mengambil dan menyimpan bagian atap rumah saja dimana GPU lain tanpa PRT akan mengambil dan menyimpan seluruh gambar rumah.
  • Improved Anisotropic Filtering (AF) :AF adalah teknologi yang sudah lama beredar pada GPU modern. AF membantu GPU untuk menghasilkan gambar yang sangat tajam bahkan pada jarak jauh.
  • Improved DirectXรข 11 Tessellation :Dengan perkembangan DirectX11 saat ini, semakin banyak developer game menggunakannya. AMD telah mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja dan kompatibilitas GPUnya dengan DirectX11.

Efisiensi

Performa dan kualitas biasanya harus dibayar dengan pemakaian tenaga yang boros juga. AMD menempatkan AMD ZeroCore Power Technology pada GPU yang menggunakan arsitektur GCN. Teknologi ini mengoptimalkan penggunaan daya pada saat GPU tidak digunakan, saat komputer tidak digunakan atau idle bahkan kipas pendingin pun dimatikan pada saat long idle. Para pengguna GPU lebih dari satu atau CrossFirejuga mendapat keuntungan dari teknologi ini dimana GPU yang tidak dibutuhkan akan dimatikan secara total.

 Peningkatan performa lebih dari 50%, kualitas gambar yang jauh lebih bagus, dan efisiensi penggunaan daya hingga 95% pada saat idle membuat GCN menjadi salah satu standar teknologi yang harus dimiliki. Nimkati juga kenikmatan bermain game dengan resolusi Full HD dengan GPU berteknologi GCN. Jadi tunggu apa lagi? Segera beralih ke GPU berarsitektur GCN sebagai dapur pacu grafis PC kalian!

Tuesday, February 25, 2014

Kartu Grafis ASUS Poseidon GTX 780, Libas semua game kelas berat.

        ASUS Republic of Gamers (ROG) memperkenalkan Poseidon GTX 780 dengan DirectCU H2O, kartu grafis terbaru dengan solusi hybrid thermal dari ASUS yang memungkinkan pendinginan yang sangat efisien, baik dengan water cooling maupun air cooling.

 


       Kartu grafis terbaru ini menggunakan GPU (graphics-processing unit) terkini NVIDIA GeForce® GTX 780. Dilengkapi dengan DirectCU H2O yang memungkinkan pengguna memilih menggunakan pendingin air cooling atau water cooling, membuat ROG Poseidon GTX 780 dapat bekerja dengan temperatur 24°C lebih dingin dibanding kartu grafis referensi, atau 140% lebih dingin dengan kinerja 12% lebih cepat saat memainkan game Assassin’s Creed® IV: Black FlagTM dan BattleField 4TM.


        ROG Poseidon GTX 780 juga telah dilengkapi dengan beragam teknologi dan inovasi dari ROG, seperti digunakannya dust-proof fan untuk memberikan daya tahan yang lebih lama, die-cast thermal armor untuk pendinginan yang lebih baik pada bagian penting seperti pada area MOSFET, DIGI+ voltage-regulation module (VRM) dengan black metallic capacitor pada power design untuk kestabilan yang tak tertandingi sekaligus mengurangi noise. Kartu grafis terbaru ini juga telah dilengkapi dengan GPU Tweak, software yang sangat mudah digunakan untuk memaksimalkan kinerja GPU, real-time graphics tuning, dan memudahkan saat melakukan live streaming.

 Teknologi DirectCU H2O, 140% Lebih Dingin, 3X Lebih Hening.

   
     ROG Poseidon GTX 780 telah menggunakan teknologi DirectCU H2O eksklusif dari ASUS, yang menggunakan kombinasi pilihan air cooling atau water cooling, sehingga pengguna dapat memilih yang paling sesuai dan memberikan kinerja pendingin yang sangat efisien pada kartu grafis ini. 

    Sebuah vapor chamber yang dirancang khusus sehingga menyentuh langsung GPU, untuk dapat mempercepat transfer panas, dengan copper heat-pipe disertai extended cooling fin untuk mempercepat pelepasan panas, sehingga kartu grafis ini tetap dingin. Jika menggunakan water cooling, Poseidon GTX 780 bekerja 24°C lebih dingin dibanding kartu grafis referensi, sehingga GPU tetap dingin meski saat teknologi GPU Boost 2.0 sedang aktif. Jika menggunakan air cooling, Poseidon GTX 780 bekerja 7°C lebih dingin dibanding kartu grafis referensi.

    Selain itu, dengan digunakannya standard G¼-inchi threaded fitting, memudahkan pengguna ROG Poseidon GTX 780 menyesuaikan dengan water cooling yang digunakan, sehingga pengguna dapat langsung mengaplikasikan water cooling pada kartu grafis ini.

   Kartu grafis terbaru ini juga telah menggunakan dust-proof fan yang lebih dingin, lebih hening, dengan daya tahan yang lebih lama, membuat Poseidon GTX 780 lebih tahan dari gangguan debu, sehingga memiliki umur pakai hingga 25% lebih lama dibanding kartu grafis referensi.




Kartu grafis ini bisa langsung colok watercooling jadi gak perlu kita pasang custom heatsink buat vganya.






















 kisaran kalau vga ini sudah mendarat di indonesia mungkin ada di ambang kisaran $750 ( Rp.8 jutaan )

Sunday, January 9, 2011

PERBANDINGAN INTEL CORE I7 DENGAN AMD PHENOM II







Teknologi tiada habisnya untuk dibicarakan. Hal ini disebabkan dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan.dan dengan berbagai tambahan fitur baru, tentu saja dengan performa yang lebih baik dari sebelumnya. Persaingan antar manufactured pun semakin menjadi-jadi. Dapat diambil contoh adalah persaingan antar manufactured processor INTEL vs AMD. Dengan persaingan mereka tentu saja konsumen diuntungkan, sebab persaingan harga pun ikut menyertainya.

Pada kali ini persaingan pada produk high end andalan dari masing2 manufactured, yaitu Intel Core i7 dengan Phenom II. Core i7 diluncurkan pada bulan november 2008. Core i7 diklai sebagai procesor yang tercepat di muka bumi ini.dan memiliki berbagai kelebihan diantaranya:



Teknologi Intel QPI(Quick Path Interconnect), pada teknologi tersebut menggantikan system lama yang masih menggunakan FSB pada procesor Core2Duo.sehingga koneksi antar modul di dalam memory pada prosesor dapat berjalan lebih cepat dengan didukung bandwith yang lebih besar.

4 Core processor dengan 2 thread pada masing-masing corenya, sehingga dalam 1 processor memiliki total 8 thread.



 Integrated MCH, pada modul memory, dengan menggunakan 3 channels DDR3 dengan speed 1066 MHZ
Sudah memakai fabrikasi 45 nm, dengan cache rata-rata 8 mb, TDP 130 watt, QPI 4.8/6.4GT/s. Socket motherboard menggunakan LGA 1366. Dan pada core i7 baru beberapa chipset yang mendukung, dalam hal ini baru chipset Intel X58 and baru-baru ini chipset Intel P55 juga sudah mendukung.

Dengan menjawab berbagai tantangan yang ada, yaitu dengan berbagai kelebihan dari core i7, maka AMD segera meluncurkan phenom generasi ke 2 dengan berbagai perbaikan, diantaranya:


AMD 64 dengan teknologi Direct Connect Architecture, yang dapat meningkatkan performa sistem dengan menghubungkan secara langsung prosesor, memori komputer, dan input output ke dalam procesor.
Teknologi Balanced smart cache, yaitu dengan menyediakan cache yang cukup bagi semua core yang ada dalam 1 prosesor tersebut.


  • Integrated DDR2 DRAM controler with AMD Memory Optimizer Technology
  • AMD Cool n Quiet 3.0 technology sehingga procesor AMD dapat terjaga suhunya dan tetap sunyi ketika beroperasi
  • Dual Dynamic Power Management, yaitu dengan management power untuk efisiensi daya pada core prosesor dan memory kontroler sehingga tetap dapat menghemat listrik
  • Fabrikasi 45nm membuat harga lebih murah daripada 60 nm dan di atasnya, cache 8Mb, TDP 125W, 
  • Hyper Threading 3.6GT/s, socket pada motherboard menggunakan Am2+. Chipset yang kompatibel juga cukup banyak yaitu AMD 780G, 790GX, 790FX dan nVIDIA nFORCE 780 SLI.


     Pada kedua andalan masing-masing manufactured tersebut dapat dijadikan pilihan kita bagi yang ingin performa tinggi. Dan solusi lebih murah dengan AMD Phenom 2 walaupun secara performa memang Intel Core i7 sedikit lebih baik walaupun dari segi harga memang lebih mahal.silahkan tentukan sesuai keinginan dan budget.


Wednesday, May 12, 2010

Sony ericsson Xperia X10 Ponsel Android Pertama sony ericsson



Ponsel android menjadi tren gadgetmania saat ini, sehingga membuat para vendor ponsel berlomba untuk meluncurkan ponsel berteknologi canggih ini seperti yang dilakukan oleh sony ericsson baru-baru ini yang meluncurkan ponsel android pertamanya, sony ericsson Xperia X10. bahkan disinyalir merupakan ponsel android yang paling mewah saat ini, dijajaran ponsel android indosat.dengan mengusung platform android versi 1,6 dengan sony ericsson UI customization, ponsel ini dilengkapi processor Qualcomm QSD8250 Snapdragon 1Ghz, dukungan openGLES2.0, RAM 384Mb.bahkan untuk fitur tampilannya ,ponsel ini mengusung tampilan Timescape dan Mediascape.
Secara desain sony ericsson Xperia X10 memiliki ukuran 119x63x13 mm,dan didominasi layar sentuh berukuran 4 inci pada bagian depannya. Layer sentuh xperia x10 memiliki resolusi sebesar 854x480 pixel,menjadikan bagian depannya jernih dan elegant.semua konten multimedia terdapat dalam satu tempat yang diberi nama mediascape terdiri atas tiga kategori,musik,video,foto.Mediascape secara otomatis menampilkan file media berdasarkan yang terakhir ditambahkan,yang terakhir dimainkan,yang dilihat,yang paling sering dimainkan/dilihat,selain itu,dapat terhubung langsung dengan terhubung ke account facebook/picasa/Flickr/,jadi kita dapat secara langsung mengakses foto secara online atau mencari konten di sony ericsson media store.
Pemutar musik tidak dilengkapi dengan fitur Equqlizer seperti kebanyakan ponsel android lainnya. Namun meski tidak dilengkapi dengan fitur equalizer, suara yang dihasilkan sangat mantap.suara terdengar jernih dan keras. Pemutar video mampu memainkan video dengan posisi landscape/portrait,namun sayang pemutar video tidak mendukung code DivX dan Xvid. Pemutar video mampu memainkan video berformat Mp4,H.264,dan WMV.dan serunya kita dapat menyaksikan video dalam posisi berdiri dengan mengunakan penahan yang didalam kotak paket penjualan.
Ponsel ini pun dilenkapi dengan kamera digital berkekuatan 8.1 megapixel dengan dukungan LED flash. Kamera mampu mengambil gambar dengan resolusi maksimum 3.264x2.448 pixel. Hasil fotonya tidak perlu diragukan lagi, sangat detail ,komposisi warna sesuai dengan aslinya. Terdapat lima pillihan pada pengaturan kamera XPERIA X10, capturing mode, resolution, scenes, focus mode, dan camcorder switch. Capturing mode terdiri atas empat mode,sedangkan focus mode terdiri atas lima mode, single/multi auto focus,touch focus,macro mode,face detection.infinity. selain itu, dilengkapi fitur seperti geotagging, image stabilization,self-timer,smile detection.
Selain untuk mengambil gambar, kamera xperia x10 mampu merekam video dengan resolusi maksimal 800x480 pixel pada 30fps. Hasil perekaman video disimpan dalam format Mp4 dengan format suara AAC.dan untuk urusan konektivitas,dilengkapi fitur koleksi yang lengkap,dapat berjalan di atas Quad Band GSM/GPRS/EDGE, jaringan Tri band 3G dengan HSDPA 7,2 Mbps dan HSUPA 2Mbps serta tentu saja dapat menggunakan jaringan Wifi.